Posts filed under 'ubuntu'

Meningkatkan Kemampuan File Roller

Tahukah anda bahwa File Roller, archive manager default gnome bisa di tingkatkan kemampuan handlenya?

Dalam keadaan default, File Roller hanya bisa membuka arsip-arsip “standar” GNU/Linux seperti zip, tar, tar.gz, atau bzip/2. Tetapi ketika kita menemukan file arsip dengan tipe lain, katakanlah rar atau 7zip, File Roller tidak bisa mengaksesnya.

Cara paling mudah buat sebagian orang adalah menggunakan wine dan menginstall arsip manager windows based seperti iZarc atau 7zip.

Cara penyelesaian sederhana dari saya adalah dengan menginstall modul tambahan. Misalnya untuk membuka file arsip rar, install unrar, untuk membuka 7zip install p7zip.

Caranya mudah:


sudo apt-get install unrar (atau unrar-free)

sudo apt-get install p7zip (atau p7zip-full - gutsy)

Setelah menginstall modul tersebut, File Roller sudah sanggup untuk menangani file-file arsip diatas.

Selain unrar dan p7zip, masih tersedia modul lain seperti unace, unzoo, dll.
Cari saja di repository!

2 comments Januari 14, 2008

Migrasi koleksi MP3 ke Ogg

Baru-baru ni FSF meluncurkan program playogg.org. Mengajak masyarakat open source sedunia untuk menggunakan format bebas ogg (vorbis dan theora) untuk file audio dan video.

Masalah nyata yang saat ini kita hadapi adalah terbatasnya file-file berformat ogg yang dijual para industriawan media. Kebanyakan menggunakan format restrics seperti mp3.

Salah satu solusinya adalah melakukan migrasi koleksi mp3 ke ogg, sendiri.

Kali ini aku ingin men-share pengalamanku meng-konversi koleksi file-file MP3-ku ke format Ogg.

Setelah aku memeriksa paket yang tersedia di DVD repository Dapper-ku, ada beberapa tools yang bagus, antara lain:
1. audioconvert (nautilus script)
2. soundkonverter (kde)
3. mp32ogg (command line)

Dari tool-tool di atas, aku merasa nyaman dengan mp32ogg, meski command line tapi powerfull.

Mp32ogg dikembangkan oleh Nathan Walp. Bisa meng-konversi dar format Mp3 ke Ogg, per-file atau per-direktori. Selain itu juga kita bisa me-rename dan menyesuaikan bitrate file Oggnya.

Cara menggunakan mp32ogg:

mp32ogg [pilihan] direktori file

contoh:

mp32ogg –delete ~/musik/

artinya, kita mengkonversi semua file mp3 di direktori /home/musik/ (~ artinya /home, red) dan menghapus fle mp3-nya setelah selesai mengkonversi.

mp32ogg menyediakan beberapa pilihan:

–help melihat cara penggunaan
–quality=[1..10] kualitas bitrate dari 1 s/d 10, bila tidak di set, akan menyesuakan dengan btrate file asal
–delete menghapus file sumber setelah konversi
–rename=format merename file ke title, artist dan album lain
–lowercase bersama dengan pilihan –rename menjadikan nama file menjadi huruf kecil.
–preserve-timestamp menyimpan property file asli (tanggal dsb)
–verbose menampilkan pesan pemrosesan mendetail

Well, mari kita menggunakan ogg, dan pastikan anda 100% bebas.

I’am try to be 100% free

6 comments Juni 2, 2007

Bug di Feisty Fawn 7.04

Minggu 2 Mei 2007 kemarin aku mendapat kiriman paket CD Ubuntu, Kubuntu dan Edubuntu Feisty Fawn 7.04 dari shipit.(edu/k)ubuntu.com setelah memesan hampir sebulan yang lalu.

Eh ada bug-nya.

Saat aku mencoba livecd di PC-ku:
Processor : CyrixIII/VIAC3
Chipset      : Sis 620/533 shared AGP 64Mb
Mouse      : PS/2 ball

Awalnya aku terkagum-kagum dengan boot startnya yang sudah 99% grafis dan tampilannya, wow.
Tetapi begitu masuk desktop, mouseku kok tidak bergerak sama sekali, tidak berfungsi.

Aku pikir ini masalah program untuk meload mouse seperti gpm/mdetect yang tidak bekerja. Aku coba panggil kedua program itu tetap tidak bekerja karena tidak terinstall.

Lalu aku coba mengkonfiguras xserver-nya, kali aja bisa. Aku tekan tombol Ctrl+Alt+F1 untuk masuk mode terminal.

ubuntu@ubuntu:~$init 1        untuk masuk ke mode single user sekalian mematikan gdm dan servis-servis lainnya yang mungkin gagal di load.

root@ubuntu:~#dpkg-reconfigure xserver-xorg    untuk meng-konfigurasi ulang xserver.

Ternyata, Feisty (atau xprobe)-nya salah mengenali chipset Sis-ku menjadi Savage, lalu resolusi monitor yang ditawarkan terlalu tinggi, singkatnya, gagal.

Setelah mengkonfigurasi ulang xserver, penuh harap aku kembali ke desktop dengan tombol Ctrl-D atau

root@ubuntu:~#exit

Tadaaa, mouse-ku masih males bergerak.

Akhirnya terpaksa menggunakan keyboard saja, sekedar melihat-lihat fitur barunya saja.

Dari ubuntu blog aku diberitahu bahwa memang, Feisty memiliki bug di beberapa bagian, seperti sound card, mouse, atau vga card. Dan soal chipset Sis 620/533 ini, sampai aku mem-post tulisan ini belum dibuat patch-nya.

Hari berikutnya aku menginstall Feisty Fawn 7.04 di PC-ku karena aku masih penasaran soal bug ini. Rencananya aku mau menggunakan kernel lain, misalnya kernel bawaan Dapper (2.6.15-13-386).

Seperti biasa aku menginstal melalui livecd Ubuntu. Kendalanya cuma mesti menggunakan keyboard gitu.
Setelah masuk desktop live, aku menjalankan installernya, tekan tombol Alt+F2 untuk emebuka dialog Run program. Ketikkan ubiquity di kotak run dan tekan enter atau Alt+R.

Lalu ikuti proses instalasi seperti biasanya sampai selesai.

Nah, keanehan (?) berikut terjadi setelah aku me-restart PC-ku.
1. Proses boot terhenti ditengah jalan, fsck gagal mengenali hda7 (/home-ku), masuk ke mode root.
2. Saat masuk ke mode root, beberapa program tidak bisa diakses seperti apt, nano, dll.
3. Hardisk IDE-ku (ini karena chipsetnya gagal dikenali) dikenali sebagai SCSI disk. So, nama hardiskku sekarang menggunakan sd1, sd5 – sd7 (4 partisi). CDROM ku menjadi sr0 dan CDRW ku menjadi sr1.

Tiga hal itu benar-benar menjadi masalah buat aku. Karena di Dapper berbeda sekali. (Emang aku gak ngikuti perkembangannya sejak Edgy gak di-shipit). Contohnya saat aku mau menginstall kernel baru.

Akhirnya aku Ctrl+D karena aku gak bisa ngapa-ngapain disini. Di desktop, aku berniat mau menjalankan synaptic untuk menambahkan CD repository dan menginstall kernel baru. Masalahnya, karena mouse tidak bisa berfungsi, aku mesti mencoba kombinasi tombol keyboard agar bisa menggunakan start menu.

Ini hasil coba-coba kombinasi tombol-ku:
Alt+F1 = mengaktifkan start menu (sama seperti tombol start windows).
Alt+F2 = mengkatifkan kotak Run program
Alt+F4 = untuk menutup jendela aktif
Alt+F5 = me-restore jendela yang di maximize
Alt+F6/F7 = untuk meng-grab dan memindahkan jendela (gunakan tombol panah)
Alt+F8 = merubah ukuran jendela
Alt+F9 = me-minimize jendela (untuk mengaktifkan gunakan Alt+Tab)
Alt+F10 = me-maximize jendela
Alt+Tab = untuk berpindah antar jendela
Shift+Alt+Backspace = Logout dengan paksa dan segera
Power = Menampilkan dialog logout, shutdown atau restart

Sementara untuk mengaktifkan menu-menu aplikasi, gunakan kombinasi tombol Alt atau Ctrl dengan huruf-huruf yang digaris bawahi pada menu.

Kembali ke masalah bug, Feisty juga tidak bisa melakukan mount otomatis saat CD dimasukkan, mungkin masalahnya ada pada fstab-nya.

Aku masuk ke gedit sebagai root, tekan tombol Alt+F2 untuk membuka dialog Run, ketikkan gksu gedit, masukkan password sudo anda.

Di gedit, buka file /etc/fstab, tambahkan baris:

/dev/sr0 /media/cdrom udf,iso9660 user,noauto 0 0

Agar ada hasilnya, lakukan mount ulang di terminal, Run gnome-terminal atau xterm:

sudo mount -a

lanjut ke Feisty Bug 2

3 comments Juni 2, 2007


Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip

Blogroll

Kategori Awan

100% free lifestyle multimedia ubuntu Uncategorized